An-Naba'
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- 'amma yatasā`alụn
عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ
Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? - 'anin-naba`il-'aẓīm
عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ
Tentang berita yang besar (hari kebangkitan), - allażī hum fīhi mukhtalifụn
الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ
yang dalam hal itu mereka berselisih. - kallā saya'lamụn
كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَۙ
Tidak! Kelak mereka akan mengetahui, - ṡumma kallā saya'lamụn
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ
sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui. - a lam naj'alil-arḍa mihādā
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, - wal-jibāla autādā
وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ
dan gunung-gunung sebagai pasak? - wa khalaqnākum azwājā
وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ
Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan, - wa ja'alnā naumakum subātā
وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ
dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat, - wa ja'alnal-laila libāsā
وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ
dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian, - wa ja'alnan-nahāra ma'āsyā
وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ
dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan, - wa banainā fauqakum sab'an syidādā
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ
dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh, - wa ja'alnā sirājaw wahhājā
وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ
dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari), - wa anzalnā minal-mu'ṣirāti mā`an ṡajjājā
وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ
dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya, - linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā
لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ
untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman, - wa jannātin alfāfā
وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ
dan kebun-kebun yang rindang. - inna yaumal-faṣli kāna mīqātā
اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًاۙ
Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan, - yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri fa ta`tụna afwājā
يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًاۙ
(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong, - wa futiḥatis-samā`u fa kānat abwābā
وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ
dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu, - wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā
وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ
dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana. - inna jahannama kānat mirṣādā
اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ
Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka), - liṭ-ṭāgīna ma`ābā
لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰبًاۙ
menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. - lābiṡīna fīhā aḥqābā
لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ اَحْقَابًاۚ
Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama, - lā yażụqụna fīhā bardaw wa lā syarābā
لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَابًاۙ
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, - illā ḥamīmaw wa gassāqā
اِلَّا حَمِيْمًا وَّغَسَّاقًاۙ
selain air yang mendidih dan nanah, - jazā`aw wifāqā
جَزَاۤءً وِّفَاقًاۗ
sebagai pembalasan yang setimpal. - innahum kānụ lā yarjụna ḥisābā
اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ
Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan. - wa każżabụ bi`āyātinā kiżżābā
وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًاۗ
Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami. - wa kulla syai`in aḥṣaināhu kitābā
وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًاۙ
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia). - fa żụqụ fa lan nazīdakum illā 'ażābā
فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا
Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab. - inna lil-muttaqīna mafāzā
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ
Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, - ḥadā`iqa wa a'nābā
حَدَاۤىِٕقَ وَاَعْنَابًاۙ
(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, - wa kawā'iba atrābā
وَّكَوَاعِبَ اَتْرَابًاۙ
dan gadis-gadis montok yang sebaya, - wa ka`san dihāqā
وَّكَأْسًا دِهَاقًاۗ
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). - lā yasma'ụna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذَّابًا
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta. - jazā`am mir rabbika 'aṭā`an ḥisābā
جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ
Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu, - rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikụna min-hu khiṭābā
رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًاۚ
Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia. - yauma yaqụmur-rụḥu wal-malā`ikatu ṣaffal lā yatakallamụna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar. - żālikal-yaumul-ḥaqq, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī ma`ābā
ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. - innā anżarnākum 'ażābang qarībay yauma yanẓurul-mar`u mā qaddamat yadāhu wa yaqụlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā
اِنَّآ اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ەۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرَابًا
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”
Surat An Nazi'at
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wan-nāzi'āti garqā
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. - wan-nāsyiṭāti nasyṭā
وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut. - was-sābiḥāti sab-ḥā
وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ
Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, - fas-sābiqāti sabqā
فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙ
dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang, - fal-mudabbirāti amrā
فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘ
dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia). - yauma tarjufur-rājifah
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ
(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, - tatba'uhar-rādifah
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ
(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua. - qulụbuy yauma`iżiw wājifah
قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ
Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, - abṣāruhā khāsyi'ah
اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ۘ
pandangannya tunduk. - yaqụlụna a innā lamardụdụna fil-ḥāfirah
يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ
(Orang-orang kafir) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula? - a iżā kunnā 'iẓāman nakhirah
ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” - qālụ tilka iżang karratun khāsirah
قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ
Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.” - fa innamā hiya zajratuw wāḥidah
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ
Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. - fa iżā hum bis-sāhirah
فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). - hal atāka ḥadīṡu mụsā
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa? - iż nādāhu rabbuhụ bil-wādil-muqaddasi ṭuwā
اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ
Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa; - iż-hab ilā fir'auna innahụ ṭagā
اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ
pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, - fa qul hal laka ilā an tazakkā
فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ
Maka katakanlah (kepada Fir‘aun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan), - wa ahdiyaka ilā rabbika fa takhsyā
وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ
dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?” - fa arāhul-āyatal-kubrā
فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ
Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. - fa każżaba wa 'aṣā
فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖ
Tetapi dia (Fir‘aun) mendustakan dan mendurhakai. - ṡumma adbara yas'ā
ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). - fa ḥasyara fa nādā
فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ
Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya). - fa qāla ana rabbukumul-a'lā
فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ
(Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” - fa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ụlā
فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ
Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia. - inna fī żālika la'ibratal limay yakhsyā
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗ
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah). - a antum asyaddu khalqan amis-samā`, banāhā
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? - rafa'a samkahā fa sawwāhā
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, - wa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā
وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ
dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang). - wal-arḍa ba'da żālika daḥāhā
وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan. - akhraja min-hā mā`ahā wa mar'āhā
اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ
Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. - wal-jibāla arsāhā
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh. - matā'al lakum wa li`an'āmikum
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. - fa iżā jā`atiṭ-ṭāmmatul-kubrā
فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ
Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang, - yauma yatażakkarul-insānu mā sa'ā
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ
yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, - wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى
dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. - fa ammā man ṭagā
فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖ
Maka adapun orang yang melampaui batas, - wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā
وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, - fa innal-jaḥīma hiyal-ma`wā
فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. - wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa 'anil-hawā
وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, - fa innal-jannata hiyal-ma`wā
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). - yas`alụnaka 'anis-sā'ati ayyāna mursāhā
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?” - fīma anta min żikrāhā
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)? - ilā rabbika muntahāhā
اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya). - innamā anta munżiru may yakhsyāhā
اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ
Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat). - ka`annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā 'asyiyyatan au ḍuḥāhā
كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا
Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.
Surat 'Abasa
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- 'abasa wa tawallā
عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ
Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling, - an jā`ahul-a'mā
اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ
karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum). - wa mā yudrīka la'allahụ yazzakkā
وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ
Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa), - au yażżakkaru fa tanfa'ahuż-żikrā
اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya? - ammā manistagnā
اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy), - fa anta lahụ taṣaddā
فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ
maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya, - wa mā 'alaika allā yazzakkā
وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ
padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman). - wa ammā man jā`aka yas'ā
وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), - wa huwa yakhsyā
وَهُوَ يَخْشٰىۙ
sedang dia takut (kepada Allah), - fa anta 'an-hu talahhā
فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ
engkau (Muhammad) malah mengabaikannya. - kallā innahā tażkirah
كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan, - fa man syā`a żakarah
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ
maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya, - fī ṣuḥufim mukarramah
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah), - marfụ'atim muṭahharah
مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢ ۙ
yang ditinggikan (dan) disucikan, - bi`aidī safarah
بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ
di tangan para utusan (malaikat), - kirāmim bararah
كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ
yang mulia lagi berbakti. - qutilal-insānu mā akfarah
قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ
Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia! - min ayyi syai`in khalaqah
مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ
Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya? - min nuṭfah, khalaqahụ fa qaddarah
مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ
Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya. - ṡummas-sabīla yassarah
ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ
Kemudian jalannya Dia mudahkan, - ṡumma amātahụ fa aqbarah
ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ
kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya, - ṡumma iżā syā`a ansyarah
ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ
kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. - kallā lammā yaqḍi mā amarah
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗۗ
Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya. - falyanẓuril-insānu ilā ṭa'āmih
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ
Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. - annā ṣababnal-mā`a ṣabbā
اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ
Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit), - ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā
ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, - fa ambatnā fīhā ḥabbā
فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ
lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian, - wa 'inabaw wa qaḍbā
وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ
dan anggur dan sayur-sayuran, - wa zaitụnaw wa nakhlā
وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ
dan zaitun dan pohon kurma, - wa ḥadā`iqa gulbā
وَّحَدَاۤئِقَ غُلْبًا
dan kebun-kebun (yang) rindang, - wa fākihataw wa abbā
وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا
dan buah-buahan serta rerumputan. - matā'al lakum wa li`an'āmikum
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. - fa iżā jā`atiṣ-ṣākhkhah
فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ ۖ
Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), - yauma yafirrul-mar`u min akhīh
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ
pada hari itu manusia lari dari saudaranya, - wa ummihī wa abīh
وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ
dan dari ibu dan bapaknya, - wa ṣāḥibatihī wa banīh
وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ
dan dari istri dan anak-anaknya. - likullimri`im min-hum yauma`iżin sya`nuy yugnīh
لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. - wujụhuy yauma`iżim musfirah
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ مُّسْفِرَةٌۙ
Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, - ḍāḥikatum mustabsyirah
ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ ۚ
tertawa dan gembira ria, - wa wujụhuy yauma`iżin 'alaihā gabarah
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌۙ
dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram), - tarhaquhā qatarah
تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ۗ
tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan). - ulā`ika humul-kafaratul-fajarah
اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka.
Surat At Takwir
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- iżasy-syamsu kuwwirat
اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ
Apabila matahari digulung, - wa iżan-nujụmungkadarat
وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ
dan apabila bintang-bintang berjatuhan, - wa iżal-jibālu suyyirat
وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
dan apabila gunung-gunung dihancurkan, - wa iżal-'isyāru 'uṭṭilat
وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus), - wa iżal-wuḥụsyu ḥusyirat
وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, - wa iżal-biḥāru sujjirat
وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ
dan apabila lautan dipanaskan, - wa iżan-nufụsu zuwwijat
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh), - wa iżal-mau`ụdatu su`ilat
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, - bi`ayyi żambing qutilat
بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ
karena dosa apa dia dibunuh? - wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat
وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ
Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar, - wa iżas-samā`u kusyiṭat
وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ
dan apabila langit dilenyapkan, - wa iżal-jaḥīmu su''irat
وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ
dan apabila neraka Jahim dinyalakan, - wa iżal-jannatu uzlifat
وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ
dan apabila surga didekatkan, - 'alimat nafsum mā aḥḍarat
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. - fa lā uqsimu bil-khunnas
فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ
Aku bersumpah demi bintang-bintang, - al-jawāril-kunnas
الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ
yang beredar dan terbenam, - wal-laili iżā 'as'as
وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ
demi malam apabila telah larut, - waṣ-ṣub-ḥi iżā tanaffas
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, - innahụ laqaulu rasụling karīm
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), - żī quwwatin 'inda żil-'arsyi makīn
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ
yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy, - muṭā'in ṡamma amīn
مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍۗ
yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya. - wa mā ṣāḥibukum bimajnụn
وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ
Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila. - wa laqad ra`āhu bil-ufuqil-mubīn
وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِۚ
Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang. - wa mā huwa 'alal-gaibi biḍanīn
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍۚ
Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib. - wa mā huwa biqauli syaiṭānir rajīm
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍۚ
Dan (Al-Qur'an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk, - fa aina taż-habụn
فَاَيْنَ تَذْهَبُوْنَۗ
maka ke manakah kamu akan pergi? - in huwa illā żikrul lil-'ālamīn
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ
(Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam, - liman syā`a mingkum ay yastaqīm
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. - wa mā tasyā`ụna illā ay yasyā`allāhu rabbul-'ālamīn
وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.
Surat Al Infitar
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- iżas-samā`unfaṭarat
اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ
Apabila langit terbelah, - wa iżal-kawākibuntaṡarat
وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, - wa iżal-biḥāru fujjirat
وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ
dan apabila lautan dijadikan meluap, - wa iżal-qubụru bu'ṡirat
وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, - 'alimat nafsum mā qaddamat wa akhkharat
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ
(maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya). - yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ
Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia, - allażī khalaqaka fa sawwāka fa 'adalak
الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ
yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, - fī ayyi ṣụratim mā syā`a rakkabak
فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ
dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu. - kallā bal tukażżibụna bid-dīn
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ
Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan. - wa inna 'alaikum laḥāfiẓīn
وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ
Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), - kirāmang kātibīn
كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ
yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu), - ya'lamụna mā taf'alụn
يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ
mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. - innal-abrāra lafī na'īm
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, - wa innal-fujjāra lafī jaḥīm
وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ
dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. - yaṣlaunahā yaumad-dīn
يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ
Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. - wa mā hum 'an-hā bigā`ibīn
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ
Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu. - wa mā adrāka mā yaumud-dīn
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ
Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? - ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn
ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ
Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? - yauma lā tamliku nafsul linafsin syai`ā, wal-amru yauma`iżil lillāh
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ
(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
Surat Al Mutaffifin
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wailul lil-muṭaffifīn
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ
Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! - allażīna iżaktālụ 'alan-nāsi yastaufụn
الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ
(Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, - wa iżā kālụhum aw wazanụhum yukhsirụn
وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ
dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. - alā yaẓunnu ulā`ika annahum mab'ụṡụn
اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ
Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, - liyaumin 'aẓīm
لِيَوْمٍ عَظِيْمٍۙ
pada suatu hari yang besar, - yauma yaqụmun-nāsu lirabbil-'ālamīn
يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
(yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam. - kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn
كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍۗ
Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin. - wa mā adrāka mā sijjīn
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌۗ
Dan tahukah engkau apakah Sijjin itu? - kitābum marqụm
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۗ
(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal). - wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ
Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan! - allażīna yukażżibụna biyaumid-dīn
الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِۗ
(yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan). - wa mā yukażżibu bihī illā kullu mu'tadin aṡīm
وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖٓ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ
Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa, - iżā tutlā 'alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.” - kallā bal rāna 'alā qulụbihim mā kānụ yaksibụn
كَلَّا بَلْ ۜرَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka. - kallā innahum 'ar rabbihim yauma`iżil lamaḥjụbụn
كَلَّآ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَۗ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya. - ṡumma innahum laṣālul-jaḥīm
ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِۗ
Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. - ṡumma yuqālu hāżallażī kuntum bihī tukażżibụn
ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۗ
Kemudian, dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.” - kallā inna kitābal-abrāri lafī 'illiyyīn
كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَۗ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ’Illiyyin. - wa mā adrāka mā 'illiyyụn
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَۗ
Dan tahukah engkau apakah ’Illiyyin itu? - kitābum marqụm
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۙ
(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal), - yasy-haduhul-muqarrabụn
يَّشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُوْنَۗ
yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah). - innal-abrāra lafī na'īm
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, - 'alal-arā`iki yanẓurụn
عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۙ
mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. - ta'rifu fī wujụhihim naḍratan na'īm
تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِۚ
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan. - yusqauna mir raḥīqim makhtụm
يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍۙ
Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel), - khitāmuhụ misk, wa fī żālika falyatanāfasil-mutanāfisụn
خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗوَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوْنَۗ
laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. - wa mizājuhụ min tasnīm
وَمِزَاجُهٗ مِنْ تَسْنِيْمٍۙ
Dan campurannya dari tasnim, - 'ainay yasyrabu bihal-muqarrabụn
عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُوْنَۗ
(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah). - innallażīna ajramụ kānụ minallażīna āmanụ yaḍ-ḥakụn
اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَۖ
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman. - wa iżā marrụ bihim yatagāmazụn
وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَۖ
Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya, - wa iżangqalabū ilā ahlihimungqalabụ fakihīn
وَاِذَا انْقَلَبُوْٓا اِلٰٓى اَهْلِهِمُ انْقَلَبُوْا فَكِهِيْنَۖ
dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria. - wa iżā ra`auhum qālū inna hā`ulā`i laḍāllụn
وَاِذَا رَاَوْهُمْ قَالُوْٓا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَضَاۤلُّوْنَۙ
Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,” - wa mā ursilụ 'alaihim ḥāfiẓīn
وَمَآ اُرْسِلُوْا عَلَيْهِمْ حٰفِظِيْنَۗ
padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin). - fal-yaumallażīna āmanụ minal-kuffāri yaḍ-ḥakụn
فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَۙ
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir, - 'alal-arā`iki yanẓurụn
عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۗ
mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. - hal ṡuwwibal-kuffāru mā kānụ yaf'alụn
هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?
Surat Al-Insyiqaq
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- iżas-samā`unsyaqqat
اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ
Apabila langit terbelah, - wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۙ
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh, - wa iżal-arḍu muddat
وَاِذَا الْاَرْضُ مُدَّتْۙ
dan apabila bumi diratakan, - wa alqat mā fīhā wa takhallat
وَاَلْقَتْ مَا فِيْهَا وَتَخَلَّتْۙ
dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, - wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۗ
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh. - yā ayyuhal-insānu innaka kādiḥun ilā rabbika kad-ḥan fa mulāqīh
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِۚ
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya. - fa ammā man ụtiya kitābahụ biyamīnih
فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖۙ
Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, - fa saufa yuḥāsabu ḥisābay yasīrā
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ
maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, - wa yangqalibu ilā ahlihī masrụrā
وَّيَنْقَلِبُ اِلٰٓى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ
dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. - wa ammā man ụtiya kitābahụ warā`a ẓahrih
وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ وَرَاۤءَ ظَهْرِهٖۙ
Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang, - fa saufa yad'ụ ṡubụrā
فَسَوْفَ يَدْعُوْ ثُبُوْرًاۙ
maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!” - wa yaṣlā sa'īrā
وَّيَصْلٰى سَعِيْرًاۗ
Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). - innahụ kāna fī ahlihī masrụrā
اِنَّهٗ كَانَ فِيْٓ اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ
Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir). - innahụ ẓanna al lay yaḥụr
اِنَّهٗ ظَنَّ اَنْ لَّنْ يَّحُوْرَ ۛ
Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya). - balā inna rabbahụ kāna bihī baṣīrā
بَلٰىۛ اِنَّ رَبَّهٗ كَانَ بِهٖ بَصِيْرًاۗ
Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. - fa lā uqsimu bisy-syafaq
فَلَآ اُقْسِمُ بِالشَّفَقِۙ
Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja, - wal-laili wa mā wasaq
وَالَّيْلِ وَمَا وَسَقَۙ
demi malam dan apa yang diselubunginya, - wal-qamari iżattasaq
وَالْقَمَرِ اِذَا اتَّسَقَۙ
demi bulan apabila jadi purnama, - latarkabunna ṭabaqan 'an ṭabaq
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍۗ
sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan). - fa mā lahum lā yu`minụn
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَۙ
Maka mengapa mereka tidak mau beriman? - wa iżā quri`a 'alaihimul-qur`ānu lā yasjudụn
وَاِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْاٰنُ لَا يَسْجُدُوْنَ ۗ ۩
Dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud, - balillażīna kafarụ yukażżibụn
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُكَذِّبُوْنَۖ
bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya). - wallāhu a'lamu bimā yụ'ụn
وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يُوْعُوْنَۖ
Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). - fa basysyir-hum bi'ażābin alīm
فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ
Maka sampaikanlah kepada mereka (ancaman) azab yang pedih, - illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnụn
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.
Surat Al Buruj
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- was-samā`i żātil-burụj
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, - wal-yaumil-mau'ụd
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ
dan demi hari yang dijanjikan. - wa syāhidiw wa masy-hụd
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ
Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan. - qutila aṣ-ḥābul-ukhdụd
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ
Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman), - an-nāri żātil-waqụd
النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ
yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar, - iż hum 'alaihā qu'ụd
اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ
ketika mereka duduk di sekitarnya, - wa hum 'alā mā yaf'alụna bil-mu`minīna syuhụd
وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌ ۗ
sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin. - wa mā naqamụ min-hum illā ay yu`minụ billāhil-'azīzil-ḥamīd
وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ
Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji, - allażī lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, wallāhu 'alā kulli syai`in syahīd
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ۗ
yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. - innallażīna fatanul-mu`minīna wal-mu`mināti ṡumma lam yatụbụ fa lahum 'ażābu jahannama wa lahum 'ażābul-ḥarīq
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ
Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar. - innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hār, żālikal-fauzul-kabīr
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung. - inna baṭsya rabbika lasyadīd
اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ
Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras. - innahụ huwa yubdi`u wa yu'īd
اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ
Sungguh, Dialah yang memulai pen-ciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali). - wa huwal-gafụrul-wadụd
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ
Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih, - żul-'arsyil-majīd
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ
yang memiliki ‘Arsy, lagi Mahamulia, - fa''ālul limā yurīd
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ
Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki. - hal atāka ḥadīṡul-junụd
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang), - fir'auna wa ṡamụd
فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ
(yaitu) Fir‘aun dan Samud? - balillażīna kafarụ fī takżīb
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ
Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan, - wallāhu miw warā`ihim muḥīṭ
وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ
padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos). - bal huwa qur`ānum majīd
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ
Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur'an yang mulia, - fī lauḥim maḥfụẓ
فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ
yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuzh).
Surat At Tariq
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- was-samā`i waṭ-ṭāriq
وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
Demi langit dan yang datang pada malam hari. - wa mā adrāka maṭ-ṭāriq
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ
Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? - an-najmuṡ-ṡāqib
النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ
(yaitu) bintang yang bersinar tajam, - ing kullu nafsil lammā 'alaihā ḥāfiẓ
اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ
setiap orang pasti ada penjaganya. - falyanẓuril-insānu mimma khuliq
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan. - khuliqa mim mā`in dāfiq
خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍۙ
Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar, - yakhruju mim bainiṣ-ṣulbi wat-tarā`ib
يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِۗ
yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada. - innahụ 'alā raj'ihī laqādir
اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌۗ
Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati). - yauma tublas-sarā`ir
يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ
Pada hari ditampakkan segala rahasia, - fa mā lahụ ming quwwatiw wa lā nāṣir
فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗ
maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong. - was-samā`i żātir-raj'
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِۙ
Demi langit yang mengandung hujan, - wal-arḍi żātiṣ-ṣad'
وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ
dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, - innahụ laqaulun faṣl
اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ
sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil), - wa mā huwa bil-hazl
وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ
dan (Al-Qur'an) itu bukanlah sendagurauan. - innahum yakīdụna kaidā
اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًاۙ
Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat. - wa akīdu kaidā
وَّاَكِيْدُ كَيْدًاۖ
Dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu. - fa mahhilil-kāfirīna am-hil-hum ruwaidā
فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- sabbiḥisma rabbikal-a'lā
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, - allażī khalaqa fa sawwā
الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ
Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya). - wallażī qaddara fa hadā
وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ
Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, - wallażī akhrajal-mar'ā
وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ
dan Yang menumbuhkan rerumputan, - fa ja'alahụ guṡā`an aḥwā
فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ
lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman. - sanuqri`uka fa lā tansā
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ
Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa, - illā mā syā`allāh, innahụ ya'lamul-jahra wa mā yakhfā
اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ
kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. - wa nuyassiruka lil-yusrā
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ
Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat), - fa żakkir in nafa'atiż-żikrā
فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ
oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat, - sayażżakkaru may yakhsyā
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ
orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, - wa yatajannabuhal-asyqā
وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ
dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, - allażī yaṣlan-nāral-kubrā
الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ
(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka), - ṡumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā
ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ
selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup. - qad aflaḥa man tazakkā
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), - wa żakarasma rabbihī fa ṣallā
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ
dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat. - bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ
Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, - wal-ākhiratu khairuw wa abqā
وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ
padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. - inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā
اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ
Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, - ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā
صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
Surat Al-Gasyiyah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)? - wujụhuy yauma`iżin khāsyi'ah
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina, - 'āmilatun nāṣibah
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ
(karena) bekerja keras lagi kepayahan, - taṣlā nāran ḥāmiyah
تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ
mereka memasuki api yang sangat panas (neraka), - tusqā min 'ainin āniyah
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ
diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas. - laisa lahum ṭa'āmun illā min ḍarī'
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, - lā yusminu wa lā yugnī min jụ'
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ
yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. - wujụhuy yauma`iżin nā'imah
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri, - lisa'yihā rāḍiyah
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ
merasa senang karena usahanya (sendiri), - fī jannatin 'āliyah
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ
(mereka) dalam surga yang tinggi, - lā tasma'u fīhā lāgiyah
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ
di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. - fīhā 'ainun jāriyah
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ
Di sana ada mata air yang mengalir. - fīhā sururum marfụ'ah
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ
Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, - wa akwābum mauḍụ'ah
وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ
dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya), - wa namāriqu maṣfụfah
وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ
dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, - wa zarābiyyu mabṡụṡah
وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ
dan permadani-permadani yang terhampar. - a fa lā yanẓurụna ilal-ibili kaifa khuliqat
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ
Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? - wa ilas-samā`i kaifa rufi'at
وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ
dan langit, bagaimana ditinggikan? - wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat
وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ
Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan? - wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat
وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ
Dan bumi bagaimana dihamparkan? - fa żakkir, innamā anta mużakkir
فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. - lasta 'alaihim bimuṣaiṭir
لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ
Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, - illā man tawallā wa kafar
اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ
kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir, - fa yu'ażżibuhullāhul-'ażābal-akbar
فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. - inna ilainā iyābahum
اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ
Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali, - ṡumma inna 'alainā ḥisābahum
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka.
Surat Al Fajr
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wal-fajr
وَالْفَجْرِۙ
Demi fajar, - wa layālin 'asyr
وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
demi malam yang sepuluh, - wasy-syaf'i wal-watr
وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ
demi yang genap dan yang ganjil, - wal-laili iżā yasr
وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ
demi malam apabila berlalu. - hal fī żālika qasamul liżī ḥijr
هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ
Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal? - a lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'ād
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad? - irama żātil-'imād
اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ
(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, - allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād
الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain, - wa ṡamụdallażīna jābuṣ-ṣakhra bil-wād
وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ
dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah, - wa fir'auna żil-autād
وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ
dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar), - allażīna ṭagau fil-bilād
الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, - fa akṡarụ fīhal-fasād
فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ
lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu, - fa ṣabba 'alaihim rabbuka sauṭa 'ażāb
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ
karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka, - inna rabbaka labil-mirṣād
اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ
sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi. - fa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhụ fa akramahụ wa na''amahụ fa yaqụlu rabbī akraman
فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ
Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.” - wa ammā iżā mabtalāhu fa qadara 'alaihi rizqahụ fa yaqụlu rabbī ahānan
وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ
Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku.” - kallā bal lā tukrimụnal-yatīm
كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ
Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim, - wa lā tahāḍḍụna 'alā ṭa'āmil-miskīn
وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, - wa ta`kulụnat-turāṡa aklal lammā
وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙ
sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram), - wa tuḥibbụnal-māla ḥubban jammā
وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ
dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan. - kallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkā
كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙ
Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan), - wa jā`a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffā
وَّجَآءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ
dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris, - wa jī`a yauma`iżim bijahannama yauma`iżiy yatażakkarul-insānu wa annā lahuż-żikrā
وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗ
dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. - yaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātī
يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ
Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.” - fa yauma`iżil lā yu'ażżibu 'ażābahū aḥad
فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ ۙ
Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil), - wa lā yụṡiqu waṡāqahū aḥad
وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ ۗ
dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya. - yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Wahai jiwa yang tenang! - irji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. - fadkhulī fī 'ibādī
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, - wadkhulī jannatī
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْࣖ
dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Surat Al Balad
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- lā uqsimu bihāżal-balad
لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah), - wa anta ḥillum bihāżal-balad
وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini, - wa wālidiw wa mā walad
وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ
dan demi (pertalian) bapak dan anaknya. - laqad khalaqnal-insāna fī kabad
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. - a yaḥsabu al lay yaqdira 'alaihi aḥad
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ
Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya? - yaqụlu ahlaktu mālal lubadā
يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ
Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.” - a yaḥsabu al lam yarahū aḥad
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ
Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya? - a lam naj'al lahụ 'ainaīn
اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ
Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, - wa lisānaw wa syafataīn
وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ
dan lidah dan sepasang bibir? - wa hadaināhun-najdaīn
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan), - fa laqtaḥamal-'aqabah
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ
tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar? - wa mā adrāka mal-'aqabah
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ
Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? - fakku raqabah
فَكُّ رَقَبَةٍۙ
(yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), - au iṭ'āmun fī yaumin żī masgabah
اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ
atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, - yatīman żā maqrabah
يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ
(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, - au miskīnan żā matrabah
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ
atau orang miskin yang sangat fakir. - ṡumma kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamah
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ
Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. - ulā`ika aṣ-ḥābul-maimanah
اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ
Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. - wallażīna kafarụ bi`āyātinā hum aṣ-ḥābul-masy`amah
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ
Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. - 'alaihim nārum mu`ṣadah
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ
Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.
Surat Asy Syams
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wasy-syamsi wa ḍuḥāhā
وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ
Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, - wal-qamari iżā talāhā
وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ
demi bulan apabila mengiringinya, - wan-nahāri iżā jallāhā
وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ
demi siang apabila menampakkannya, - wal-laili iżā yagsyāhā
وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ
demi malam apabila menutupinya (gelap gulita), - was-samā`i wa mā banāhā
وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ
demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan), - wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā
وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ
demi bumi serta penghamparannya, - wa nafsiw wa mā sawwāhā
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, - fa al-hamahā fujụrahā wa taqwāhā
فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, - qad aflaḥa man zakkāhā
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), - wa qad khāba man dassāhā
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. - każżabaṡ ṡamụdu biṭagwāhā
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ
(Kaum) samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim), - iżimba'aṡa asyqāhā
اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, - fa qāla lahum rasụlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā
فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ
lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya.” - fa każżabụhu fa 'aqarụhā fa damdama 'alaihim rabbuhum biżambihim fa sawwāhā
فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ
Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah), - wa lā yakhāfu 'uqbāhā
وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا
dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.
Surat Al Lail
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wal-laili iżā yagsyā
وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), - wan-nahāri iżā tajallā
وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ
demi siang apabila terang benderang, - wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓ ۙ
demi penciptaan laki-laki dan perempuan, - inna sa'yakum lasyattā
اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ
sungguh, usahamu memang beraneka macam. - fa ammā man a'ṭā wattaqā
فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ
Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, - wa ṣaddaqa bil-ḥusnā
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ
dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), - fa sanuyassiruhụ lil-yusrā
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan), - wa ammā mam bakhila wastagnā
وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ
dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), - wa każżaba bil-ḥusnā
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ
serta mendustakan (pahala) yang terbaik, - fa sanuyassiruhụ lil-'usrā
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan), - wa mā yugnī 'an-hu māluhū iżā taraddā
وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ
dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa. - inna 'alainā lal-hudā
اِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدٰىۖ
Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk, - wa inna lanā lal-ākhirata wal-ụlā
وَاِنَّ لَنَا لَلْاٰخِرَةَ وَالْاُوْلٰىۗ
dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu. - fa anżartukum nāran talaẓẓā
فَاَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰىۚ
Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala, - lā yaṣlāhā illal-asyqā
لَا يَصْلٰىهَآ اِلَّا الْاَشْقَىۙ
yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka, - allażī każżaba wa tawallā
الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ
yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). - wa sayujannabuhal-atqā
وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَىۙ
Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa, - allażī yu`tī mālahụ yatazakkā
الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَالَهٗ يَتَزَكّٰىۚ
yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya), - wa mā li`aḥadin 'indahụ min ni'matin tujzā
وَمَا لِاَحَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰىٓۙ
dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya, - illabtigā`a waj-hi rabbihil-a'lā
اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚ
tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi. - wa lasaufa yarḍā
وَلَسَوْفَ يَرْضٰى
Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna).
Surat Ad Duha
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- waḍ-ḍuḥā
وَالضُّحٰىۙ
Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah), - wal-laili iżā sajā
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
dan demi malam apabila telah sunyi, - mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ
Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu, - wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ
dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. - wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ
Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. - a lam yajidka yatīman fa āwā
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu), - wa wajadaka ḍāllan fa hadā
وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk, - wa wajadaka 'ā`ilan fa agnā
وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. - fa ammal-yatīma fa lā taq-har
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. - wa ammas-sā`ila fa lā tan-har
وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). - wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
Surat Asy Syarh
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- a lam nasyraḥ laka ṣadrak
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? - wa waḍa'nā 'angka wizrak
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ
dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu, - allażī angqaḍa ẓahrak
الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ
yang memberatkan punggungmu, - wa rafa'nā laka żikrak
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ
dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu. - fa inna ma'al-'usri yusrā
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, - inna ma'al-'usri yusrā
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. - fa iżā faragta fanṣab
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ
Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), - wa ilā rabbika fargab
وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
Surat At Tin
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wat-tīni waz-zaitụn
وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِۙ
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, - wa ṭụri sīnīn
وَطُوْرِ سِيْنِيْنَۙ
demi gunung Sinai, - wa hāżal-baladil-amīn
وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ
dan demi negeri (Mekah) yang aman ini. - laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, - ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn
ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ
kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, - illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum ajrun gairu mamnụn
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya. - fa mā yukażżibuka ba'du bid-dīn
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ
Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu? - a laisallāhu bi`aḥkamil-ḥākimīn
اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ
Bukankah Allah hakim yang paling adil?
Surat Al 'Alaq
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- iqra` bismi rabbikallażī khalaq
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, - khalaqal-insāna min 'alaq
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. - iqra` wa rabbukal-akram
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, - allażī 'allama bil-qalam
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
Yang mengajar (manusia) dengan pena. - 'allamal-insāna mā lam ya'lam
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. - kallā innal-insāna layaṭgā
كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ
Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, - ar ra`āhustagnā
اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ
apabila melihat dirinya serba cukup. - inna ilā rabbikar-ruj'ā
اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ
Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu). - a ra`aitallażī yan-hā
اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang? - 'abdan iżā ṣallā
عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ
seorang hamba ketika dia melaksanakan salat, - a ra`aita ing kāna 'alal-hudā
اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ
bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk), - au amara bit-taqwā
اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? - a ra`aita ing każżaba wa tawallā
اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ
Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling? - a lam ya'lam bi`annallāha yarā
اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)? - kallā la`il lam yantahi lanasfa'am bin-nāṣiyah
كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka), - nāṣiyating kāżibatin khāṭi`ah
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ
yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka. - falyad'u nādiyah
فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), - sanad'uz-zabāniyah
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ
Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa), - kallā, lā tuṭi'hu wasjud waqtarib
كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩
sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
Surat Al Qadr
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- innā anzalnāhu fī lailatil-qadr
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. - wa mā adrāka mā lailatul-qadr
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? - lailatul-qadri khairum min alfi syahr
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. - tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. - salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
Surat Al Bayyinah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- lam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinah
لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata, - rasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah
رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ
(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an), - fīhā kutubung qayyimah
فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar). - wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba'di mā jā`at-humul-bayyinah
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ
Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata. - wa mā umirū illā liya'budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). - innallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyah
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk. - innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyah
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. - jazā`uhum 'inda rabbihim jannātu 'adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-h, żālika liman khasyiya rabbah
جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Surat Al Zalzalah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā
اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, - wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā
وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, - wa qālal-insānu mā lahā
وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ
Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?” - yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā
يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ
Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, - bi`anna rabbaka auḥā lahā
بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ
karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. - yauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahum
يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. - fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, - wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Surat Al 'Adiyat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wal-'ādiyāti ḍab-ḥā
وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ
Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, - fal-mụriyāti qad-ḥā
فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ
dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya), - fal-mugīrāti ṣub-ḥā
فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ
dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi, - fa aṡarna bihī naq'ā
فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ
sehingga menerbangkan debu, - fa wasaṭna bihī jam'ā
فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ
lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, - innal-insāna lirabbihī lakanụd
اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ ۚ
sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya, - wa innahụ 'alā żālika lasyahīd
وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ
dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya, - wa innahụ liḥubbil-khairi lasyadīd
وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ
dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. - a fa lā ya'lamu iżā bu'ṡira mā fil-qubụr
۞ اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ
Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan, - wa huṣṣila mā fiṣ-ṣudụr
وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ
dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan? - inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr
اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ
sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka.
Surat Al Qari'ah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- al-qāri'ah
اَلْقَارِعَةُۙ
Hari Kiamat, - mal-qāri'ah
مَا الْقَارِعَةُ ۚ
Apakah hari Kiamat itu? - wa mā adrāka mal-qāri'ah
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ
Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? - yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ
يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ
Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, - wa takụnul-jibālu kal-'ihnil-manfụsy
وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ
dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. - fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh
فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ
Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, - fa huwa fī 'īsyatir rāḍiyah
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). - wa ammā man khaffat mawāzīnuh
وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ
Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, - fa ummuhụ hāwiyah
فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ ۗ
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. - wa mā adrāka mā hiyah
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ
Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? - nārun ḥāmiyah
نَارٌ حَامِيَةٌ
(Yaitu) api yang sangat panas.
Surat At Takasur
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- al-hākumut-takāṡur
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, - ḥattā zurtumul-maqābir
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ
sampai kamu masuk ke dalam kubur. - kallā saufa ta'lamụn
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), - ṡumma kallā saufa ta'lamụn
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui. - kallā lau ta'lamụna 'ilmal-yaqīn
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ
Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, - latarawunnal-jaḥīm
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim, - ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ
kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri, - ṡumma latus`alunna yauma`iżin 'anin-na'īm
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ
kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).
Surat Al 'Asr
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wal-'aṣr
وَالْعَصْرِۙ
Demi masa, - innal-insāna lafī khusr
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
sungguh, manusia berada dalam kerugian, - illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Surat Al Humazah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- wailul likulli humazatil lumazah
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, - allażī jama'a mālaw wa 'addadah
ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, - yaḥsabu anna mālahū akhladah
يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ
dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. - kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah
كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ
Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. - wa mā adrāka mal-ḥuṭamah
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ
Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu? - nārullāhil-mụqadah
نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ
(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan, - allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah
الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ
yang (membakar) sampai ke hati. - innahā 'alaihim mu`ṣadah
اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ
Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, - fī 'amadim mumaddadah
فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
Surat Al Fil
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- a lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ
Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? - a lam yaj'al kaidahum fī taḍlīl
اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? - wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl
وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ
dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, - tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ
yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, - fa ja'alahum ka'aṣfim ma`kụl
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ
sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Surat Quraisy
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- li`īlāfi quraīsy
لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, - īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaīf
اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. - falya'budụ rabba hāżal-baīt
فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah), - allażī aṭ'amahum min jụ'iw wa āmanahum min khaụf
الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ
yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.
Surat Al Ma'un
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? - fa żālikallażī yadu''ul-yatīm
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ
Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, - wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn
وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. - fa wailul lil-muṣallīn
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ
Maka celakalah orang yang salat, - allażīna hum 'an ṣalātihim sāhụn
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ
(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, - allażīna hum yurā`ụn
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ
yang berbuat ria, - wa yamna'ụnal-mā'ụn
وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ
dan enggan (memberikan) bantuan.
Surat Al Kausar
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- innā a'ṭainākal-kauṡar
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. - fa ṣalli lirabbika wan-ḥar
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). - inna syāni`aka huwal-abtar
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
Surat Al Kafirun
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- qul yā ayyuhal-kāfirụn
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! - lā a'budu mā ta'budụn
لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, - wa lā antum 'ābidụna mā a'bud
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ
dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, - wa lā ana 'ābidum mā 'abattum
وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ
dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, - wa lā antum 'ābidụna mā a'bud
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. - lakum dīnukum wa liya dīn
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
Surat An Nasr
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ
اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, - wa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājā
وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ
dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, - fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا
maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
Surat Al Lahab
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- tabbat yadā abī lahabiw wa tabb
تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! - mā agnā 'an-hu māluhụ wa mā kasab
مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. - sayaṣlā nāran żāta lahab
سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). - wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab
وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). - fī jīdihā ḥablum mim masad
فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Surat Al Ikhlas
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- qul huwallāhu aḥad
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. - allāhuṣ-ṣamad
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Allah tempat meminta segala sesuatu. - lam yalid wa lam yụlad
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. - wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Surat Al Falaq
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- qul a'ụżu birabbil-falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), - min syarri mā khalaq
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, - wa min syarri gāsiqin iżā waqab
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, - wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), - wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Surat An Nas
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- qul a'ụżu birabbin-nās
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, - malikin-nās
مَلِكِ النَّاسِۙ
Raja manusia, - ilāhin-nās
اِلٰهِ النَّاسِۙ
sembahan manusia, - min syarril-waswāsil-khannās
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, - allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, - minal-jinnati wan-nās
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
dari (golongan) jin dan manusia.”